Jl. MT Haryono Kav. 11, Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13630 Change language

Blog

TRIGEMINAL NEURALGIA

Trigeminal Neuralgia merupakan kondisi rasa sakit kronis akibat dari kelainan saraf trigeminal yaitu saraf ke 5 yang akan memberikan sensasi rasa sakit dari wajah hingga otak anda. Rasa sakit seperti tertusuk ini dapat dirasakan di daerah-daerah pipi, bibir, dagu, hidung, dahi, maupun gusi pada salah satu sisi wajah. Jika anda mengalami trigeminal neuralgia, rasa sakit ini dapat dipicu oleh beberapa hal seperti mengunyah atau menyentuh area wajah. Rasa nyeri ini dapat terjadi dalam hitungan detik sampai beberapa menit. Episode nyeri yang dirasakan dapat berlangsung dalam waktu beberapa minggu hingga beberapa tahun.

GEJALA

Trigeminal neuralgia memiliki gejala seperti

  • Rasa sakit yang cukup parah terasa seperti ditembak dan rasa menusuk
  • Serangan rasa sakit secara tiba-tiba atau serangan rasa sakit yang disebabkan oleh sentuhan wajah, mengunyah, berbicara, atau menyikat gigi.
  • Serangan rasa sakit ini dapat berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit
  • Rasa nyeri yang berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa detik
  • Rasa sakit yang terus menerus dan rasa seperti terbakar
  • Terkadang rasa sakit dirasakan pada sebagian sisi wajah saja, terkadang juga keduanya
  • Rasa sakit fokus pada satu titik atau menyebar pada area yang lebih luas

DIAGNOSIS

Diagnosis neuralgia trigeminal dilakukan melalui anamnesis dan pemeriksaan neurologis terhadap saraf trigeminus. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mencermati lokalisasi nyeri, kapan dimulainya nyeri, jarak bebas nyeri, lamanya nyeri, respons terhadap pengobatan, dan riwayat penyakit lainnya. Pemeriksaan lainnya dapat dilakukan melalui pemeriksaan penunjang melalui CT Scan kepala atau MRI Kepala. CT Scan kepala dilakukan untuk dapat mendeteksi adanya tumor dan aneurisma.

 

PENYEBAB

Trigeminal neuralgia disebabkan oleh adanya kelainan dari vena dan arteri yang menekan bagian saraf

Cara Penyembuhan

  1. Tindakan Operasi

Tindakan operasi dilakukan untuk menghentikan tekanan dari pembuluh darah yang menekan saraf trigeminal, atau memotong bagian saraf untuk menjaga agar sinyal rasa sakit tersebut tidak menyerang otak. Prosedur operasi ini dilakukan dengan pembiusan umum, kemudian dibuat sebuah lubang pada tulang tengkorak yang disebut dengan kraniotomi, dan tindakan ini membutuhkan waktu untuk rawat di Rumah Sakit selama 1-2 hari. Adapun tindakan yang dapat dilakukan diantaranya adalah:

 

  • MVD (Microvascular Decompression)

Mikrovaskular Dekompresi (MVD) merupakan suatu tindakan untuk meringankan tekanan tidak normal pada kompresi saraf kranial. Tindakan ini dilakukan untuk merawat trigeminal neuralgia (penyakit saraf yang menyebabkan rasa nyeri hebat pada wajah), glosofaringeal neuralgia, dan hemafisisal spasme. Tindakan ini dapat meringankan rasa nyeri namun juga dapat menyebabkan efek samping yang serius. Tindakan MVD perlu membuka tengkorak (craniotomy) untuk memasukkan spons di antara saraf dan arteri yang menyinggung vena yang dapat menyebabkan rasa sakit. Karena MVD melibatkan penggunaan anestesi umum dan operasi otak, pasien dengan kondisi medis lain atau yang berada dalam kesehatan yang buruk tidak bisa diberikan tindakan. MVD tidak bisa mengobati nyeri wajah akibat multiple sclerosis.

MVD tidak dapat dilakukan pada pasien yang mengalami gangguan pendengaran karena hal ini dapat mengakibatkan risiko gangguan pendengaran.

 

Risiko Operasi MVD

 

Sebagian besar tindakan operasi memiliki risiko. Komplikasi yang mungkin timbul secara umum yaitu perdarahan, infeksi, pembengkakan pembuluh darah, dan reaksi anastesi. Komplikasi spesifik lainnya yang berhubungan dengan craniotomy diantaranya adalah stroke, kejang-kejang, oklusi sinus vena, pembengkakan otak, dan kekurangan cairan otak (CSF). Komplikasi khusus yang berhubungan dengan MVD adalah kerusakan saraf yang bervariasi dan tergantung pada saraf yang diobati, termasuk gangguan pendengaran, penglihatan ganda, mati rasa, kelumpuhan wajah, suara serak, sulit menelan, dan berjalan yang tidak stabil.

 

Sensory  Rhizotomy

Merupakan tindakan pemotongan akar saraf trigeminal neuralgia yang terhubung dengan batang otak. Operasi ini dilakukan dengan memotong ganglion gasseri secara permanen, namun prosedur operasi ini dapat menyebabkan muka mati rasa secara total, maka dari itu prosedur operasi ini hanya dilakukan apabila segala cara teknik operasi dan terapi lainnya tidak berhasil dilakukan.

 

Prosedur menggunakan Jarum

Prosedur ini merupakan teknik untuk dapat menjangkau saraf trigeminal neuralgia tanpa membuat sayatan kulit atau membuka tulang tengkorak. Tindakan ini dilakukan menggunakan jarum berongga yang disispkan melalui kulit pipi menuju saraf trigeminal neuralgia. Tujuan dari tindakan ini adalah untuk dapat merusak area saraf trigeminal agar tidak mengirimkan sinyal nyeri ke otak, namun hal ini dpaat menyebabkan mati rasa pada daerah tersebut.

 

Beberapa tindakan penyembuhan menggunakan jarum diantaranya adalah:

  • Radifrequency rhizotomy atau Stereotactic Radiofrequency Rhizotomy (PSR), merupakan tindakan dengan memasukkan jarum yang dipasangkan arus pemanas untuk menghancurkan beberapa serabut saraf trigeminal neuralgia yang menghasilkan rasa sakit. Saat tertidur jarum elektroda ini dimasukkan ke dalam pipi dan menjangkau bagian saraf trigeminal neuralgia.
  • Penyuntikan menggunakan gliserol, prosedur ini hampir mirip dengan  prosedur PSR dan memasukkan cairan gliserol untuk menghancurkan serabut saraf trigeminal neuralgia yang menghasilkan rasa sakit. Namun, oleh karena ketika memasukkan cairan gliserol tidak dapat di kontrol maka hal ini kemungkinan memberikan hasil yang tidak dapat di prediksi.
  • Kompresi balon, merupakan prosedur yang juga mirip dengan PSR karena jarum berongga ini juga dimasukkan melalui pipi namun prosedur ini membutuhkan anastesi umum. Prosedur ini dilakukan dengan cara meletakkan balon di bagian saraf trigeminal menggunakan kateter. Kemudian balon akan meningkat dan menekan di bagian yang menghasilkan rasa sakit, kemudian balon dan kateter di angkat kembali.

 

Periferal Neuroktomi

Prosedur ini memerlukan sayatan kulit untuk dapat menjangkau saraf di bagian wajah kemudian memotong bagian saraf supraorbita (jika rasa sakit di bagian atas dahi) atau memotong bagian saraf infraorbital (jika rasa sakit berada di bagian bawah mata di bagian paling atas tulang pipi.

Radiosurgery

Prosedur radiosurgery bertujuan untuk mematikan akar saraf yang menyebabkan rasa sakit. Radiosurgery merupakan prosedur invasif  yang menggunakan sinar radiasi untuk menghancurkan beberapa serabut saraf trigeminal yang menghasilkan rasa sakit.

Apa yang akan terjadi setelah melakukan operasi?

Setelah melakukan tindakan operasi dan tersadar, anda akan di rawat ruang ICU, setelah operasi anda akan merasa sakit kepala, mual dan muntah. Setelah anda kembali pulih anda akan kembali ke ruang rawat untuk satu hingga dua hari.

Ketidaknyamanan yang akan dirasakan:

  • Setelah melakukan tindakan kraniotomi, anda akan merasakan sakit kepala, rasa sakit setelah operasi ini dapat dikurangi dengan konsumsi obat-obatan narkotika dalam jangka waktu tertentu. Selain itu, penggunaan obat-obat tersebut juga dapat menimbulkan konstipasi, maka perbanyaklah mengkonsumsi air putih dan makanan yang banyak mengandung tinggi serat, obat pencahar (dulcolax, senokot, susu, dan makanan yang mengandung magnesia).
  • Tanyakan kepada dokter bedah anda sebelum mengkonsumsi obat-obat nonsteroid anti inflamasi seperti aspirin, ibuprofen, advil, motrin, nuprin, naproxen sodium, dan aleve. Hal ini dikarenakan obat-obatan tersebut dapat menyebabkan perdarahan dan mengganggu pemulihan tulang.

Pantangan

  • Tidak boleh mengendarai mobil sampai hingga di diskusikan dengan dokter bedah saraf dan hindari duduk terlalu lama.
  • Hindari mengangkat barang berat termasuk mengangkat anak kecil
  • Hindari pekerjaan-pekerjaan rumah tangga termasuk berkebun, memotong, menyedot debu, menyetrika, mencuci piring, dan mencuci baju dengan mesin cuci.
  • Hindari meminum minuman beralkohol

Aktivitas

  • Secara berkala, kondisi anda akan kembali dalam keadaan normal, namun rasa kelelahan akan tetap ada.
  • Lakukan peregangan leher punggung secara perlahan.
  • Mulailah belajar untuk berjalan kaki secara perlahan dan tingkatkan jaraknya, dan diskusikan dengan dokter bedah anda untuk mengikuti terapi yang dapat meningkatkan aktivitas anda.

Hubungi Dokter Apabila Anda merasakan beberapa hal seperti berikut:

  • Jika anda demam hingga 38°C
  • Munculnya infeksi pada daerah yang di insisi seperti munculnya kemerahan, bengakak, terasa nyeri.
  • Jika anda menggunakan obat-obatan anti konvulsan dan menimbulkan rasa kantuk, ketidakseimbangan, atau ruam-ruam.
  • Berkurangnya kewaspadaan, kantuk, kelemahan lengan atau tungkai, sakit kepala, muntah, atau sakit leher yang parah yang bisa menurunkan dagu Anda ke arah dada.

Share this post

Leave a Reply

%d bloggers like this: