Jl. MT Haryono Kav. 11, Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13630 Change language

Blog

Subarachnoid Hemorrhage (Perdarahan Subarachnoid)

Perdarahan subarachnoid merupakan perdarahan di ruang antara otak dan selaput otak yang berada di pembuluh darah. Gejala primer yang dirasakan adalah sakit kepala hebat yang timbul secara tiba-tiba. Sakit kepala ini terkadang berhubungan dengan mual, muntah, dan kehilangan kesadaran sesaat. Perdarahan biasanya disebabkan oleh pecahnya tonjolan yang tidak normal pada pembuluh darah otak anda.

 

Bagaimana cara mendiagnosis nya?

 

Pemeriksaan penunjang dapat dilakukan menggunakan:

  • Angiografi
  • Digital Subtraction Angiography (DSA)
  • Katerisasi pembuluh darah otak

 

 

 

Apa Saja Pilihan Pengobatan untuk Pasien SAH?

 

  1. Operasi Clipping

Operasi dilakukan dengan membuka sebagian kecil kepala yang di awali dengan pembiusan umum. Selama operasi berlangsung, sebuah bahan metal clip diletakan diantara leher aneurisma hingga menyegel titik lemah.

 

  • Apa yang terjadi setelah melakukan operasi clipping?

Setelah selesai operasi, anda akan di bawa ke ruang pemulihan, kemudian anda akan di pindahkan ke ruang neurosciences critical care unit (NCCU), setelah operasi selesai mungkin anda akan merasakan mual dan sakit kepala.

 

  • Apa saja risiko setelah melakukan operasi clipping?

Tidak ada tindakan operasi yang tidak memberikan risiko. Komplikasi yang memungkinkan timbul setelah operasi clipping diantaranya infeksi, perdarahan, reaksi alergi terhadap anastesi, stroke, kejang-kejang, pembengkakan otak. Komplikasi spesifik setelah melakukan operasi clipping diantaranya adalah vasospasm, stroke, kejang-kejang, perdarahan, dan pemasangan clip yang tidak tepat.

 

 

  1. Endovaskular Coiling

Selama tindakan endovaskular coling, aneurisma di penuhi dengan gulungan platinum kecil. Tindakan ini diawali dengan bius secara total, sebuah kateter dimasukan pada bagian paha melalui arteri utama menuju lokasi aneurisma yang dimonitori menggunakan x-ray, setelah aneurisma terisi dengan baik maka kateter akan dilepaskan.

 

  • Apa yang terjadi setelah melakukan endovaskular coiling?

Setelah selesai operasi, anda akan di bawa ke ruang pemulihan, kemudian anda akan di pindahkan ke ruang neurosciences critical care unit (NCCU), setelah operasi selesai anda akan merasakan mual dan sakit kepala.

 

Seorang pasien yang menderita aneurisma yang pecah biasanya di rawat di NCCU selama 14 sampai 21 hari. Selama waktu tersebut, anda dipantau untuk mengetahui tanda-tanda vasospasme, penyempitan (spasme) arteri yang dapat terjadi 3 sampai 14 hari setelah perdarahan subarachnoid. Tanda-tanda vasospasme meliputi kelemahan lengan atau kaki, kebingungan, kantuk, atau gelisah.

 

  • Apa saja risiko setelah melakukan endovaskular coiling?

Tidak ada tindakan operasi yang tidak memberikan risiko. Komplikasi yang memungkinkan timbul setelah operasi endovaskular coiling diantaranya infeksi, perdarahan, reaksi alergi terhadap anastesi, stroke, dan kejang-kejang. Komplikasi spesifik setelah melakukan operasi clipping diantaranya adalah pembekuan darah, ruptur aneurisma, vasospasme, posisi coil yang memungkinkan darah masuk kembali, dan pengisisan coil yang tidak padat memungkinkan untuk masuknya kembali darah dan aneurisma dapat tumbuh kembali.

Share this post

Leave a Reply

%d bloggers like this: