Jl. MT Haryono Kav. 11, Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13630 Change language

Blog

HIDROSEFALUS

Hidrosefalus adalah suatu kondisi dimana terjadi penumpukan cairan serebrospinal (cairan otak) yang berlebih di dalam otak menyebabkan peningkatan tekanan dalam kepala. Cairan otak dalam jumlah normal berfungsi menjaga kesehatan otak namun dalam jumlah berlebih dapat membahayakan 

Penyebab Hidrosefalus 

Hidrosefalus disebabkan oleh dua hal, yaitu : Hidrosefalus disebabkan oleh ketidakseimbangan antara jumlah cairan serebrospinal yang diproduksi dan jumlah cairan yang diserap oleh aliran darah, dan jalur cairan memungkinkan terhambat atau menyempit, sehingga cairan tersebut tidak dapat mengalir dengan baik. Penyebab umum biasanya tumor, infeksi atau perdarahan

Gejala

Gejala yang dirasakan diantaranya adalah sakit kepala, lemas, dan muntah. Pada bayi ukuran kepala dapat menjadi lebih besar dari anak seusianya. Pasien yang berusia lebih tua biasanya mengalami masalah keseimbangan, kesulitan dalam berjalan, kesulitan mengingat memori jangka pendek, dan tidak dapat mengontrol buang air kecil

Pemeriksaan 

Hidrosefalus didiagnosis dengan pemeriksaan radiologi seperti CT scan atau MRI. Pemeriksaan ini dapat mengetahui penyebab hidrosefalus

 Pengobatan 

Hidrosefalus hingga saat ini hanya dapat di terapi dengan pembedahan Dua teknik pembedahan yang umum dilakukan:

  1. Operasi shunt. Shunt merupakan tabung kecil yang akan mengalirkan cairan otak ke bagian tubuh lain agar bisa diserap
  2. Endoscopic third ventriculostomy (ETV) adalah pembuatan lubang di ventrikel ketiga menggunakan endoskop. Prosedur ini menjadikan cairan otak yang mengalami obstruksi dapat bersirkulasi kembali dan diserap dengan baik

1.      Shunt

Shunt dapat dipasang dari ventrikel otak dan dialirkan ke salah satu dari beberapa tempat di tubuh. Dokter bedah anda akan memutuskan lokasi terbaik

  • Ventriculo-peritoneal (VP) Shunt – Cairan serebrospinal akan diserap ke dalam rongga perut dimana dibawa kembali ke aliran darah.
  • Ventriculo-atrial (VA) Shunt – Cairan serebrospinal akan diserap secara langsung ke salah satu pembuluh darah yang menuju ke jantung.
  • Ventriculo-pelural (V-Pleural) shunt – Cairan serebrospinal akan diserap menuju ruang di samping paru dimana ia dibawa kembali ke aliran darah.

Prosedur Pemasangan Shunt

Memasukkan sebuah ventricular shunt, pasien perlu di bius secara total (obat yang diberikan untuk membuat pasien tersebut tertidur), dan akan diikuti beberapa step berikut :

  • Biasanya akan dibentuk dua buah potongan pada kulit, pertama di bagian kepala biasanya di atas dan di bagian samping telinga. Potongan kedua pemotongan dilakukan di bagian perut (VP Shunt), di sisi leher (VA Shunt), atau di sisi dada (V-Pleural shunt).
  • Sebuah lubang dibuat melalui tengkorak dan sebuah tabung dimasukkan ke dalam ventrikel.
  • Kemudian dibuatkan sebuah terowongan untuk dapat memasukkan alat shunt di bawah kulit diantara kedua potongan tersebut yang akan dihubungkan ke tabung ventrikel, kemudian kulit yang dibuka tersebut ditutup kembali.  Operasi berlangsung antara 1 hingga 2 jam

 2.      Endoscopic Third Ventriculostomy (ETV)

Dibeberapa kasus hidrosefalus cairan dalam otak mungkin saja tersumbat, bisa juga disebabkan oleh bawaan sejak lahir, akibat dari kasus tumor, atau akibat dari beberapa faktor lainnya. Jika hal tersebut terjadi, maka dimungkinkan untuk membuat jalur baru untuk cairan serebrospinal (ventriculostomy), tindakan ini dinamakan tindakan “Endoscopic Third Ventriculostomy (ETV)” merupakan tindakan dengan cara membuat jalur baru untuk aliran cairan serebrospinal. Hal ini dilakukan menggunakan tabung teleskop khusus yang dinamakan neuro-endoscopy yang digunakan ahli bedah syaraf untuk melihat dalam ventrikel di otak.

 

Keuntungan ETV

Keuntungan dari tindakan operasi ini adalah penyembuhan yang bersifat permanen. Shunts bisa gagal seiring berjalannya waktu dan perlu diganti. Keputusan mengenai apakah operasi ini dimungkinkan dilakukan oleh ahli bedah saraf setelah melakukan pemeriksaan scan. Penting untuk dijelaskan, bahwa tindakan operasi ini memungkinkan tidak menghasilkan hasil yang baik sehungga tindakan shunt masih di perlukan.

Tahapan Tindakan ETV

Operasi ETV membutuhkan bius secara total, dan diikuti dengan beberapa tahapan berikut:

  • Pemotongan di buat sebesar 2-3cm, biasanya pada bagian paling atas kepala ke arah depan dan di samping garis rambut. Biasanya di bagian paling sisi kanan tetapi bisa juga pada bagian sisi kiri, tergantung pada temuan scan.
  • Tulang tengkorak kemudian dilubangi sebesar 1-1,5 cm
  • Sebuah alat neuroendoskop dimasukkan untuk membuat sebuah lubang.
  • Terakhir, dokter bedah syaraf memastikan bahwa ventrikulostomi sudah sepenuhnya terbuka sebelum melepas endoskop dan menyelesaikan operasi.

Risiko Prosedur ETV

Kedua prosedur operasi ini memungkinkan untuk terjadinya komplikasi setelah operasi. Sistem shunt dapat berhenti menguras cairan serebrospinal atau mengatur drainase dengan buruk yang disebabkan oleh kerusakan mekanis, penyumbatan, atau infeksi. Komplikasi ventrikulostomi meliputi perdarahan dan infeksi.

Kegagalan lainnya yang membutuhkan perhatian segera seperti operasi ulang atau intervensi lainnya. Tanda dan gejala dari permasalahan tersebut diantaranya adalah:

  • Demam
  • Mudah marah
  • Ngantuk
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Masalah penglihatan
  • Kemerahan, nyeri atau nyeri pada kulit di sepanjang jalur tabung shunt
  • Nyeri perut saat katup shunt ada di perut
  • Kekambuhan dari salah satu gejala awal yang dirasakan

Setelah operasi untuk Hidrosefalus

Setelah melakukan operasi, kemudian anda akan di rawat di Rumah Sakit selama beberapa hari selama masa pemulihan. Anda akan mengantuk selama beberapa jam, anda juga akan merasakan rasa nyeri setelah melakukan operasi dan rasa nyeri ini bisa ditangani dengan mengkonsumsi obat penghilang rasa nyeri. Anda juga mungkin akan mengalami sakit kepala akibat perubahan tekanan pada kepala anda.

Lamanya tinggal di rumah sakit juga tergantung pada penyebab dari hidrosefalus tersebut. Sebagian besar, tindakan-tindakan ini dimaksudkan untuk seumur hidup walaupun revisi akan tetap dibutuhkan dari waktu ke waktu tertentu.

Setelah Meninggalkan Rumah Sakit

  • Sedikit demi sedikit anda dapat kembali ke aktivitas normal
  • Anda dapat mengkonsumsi obat anti nyeri apabila sewaktu-waktu anda merasakan nyeri sesuai dengan instruksi yang dijelaskan oleh dokter
  • Anda dipebolehkan keramas dengan shampo yang lembut
  • Kurangi olahraga yang berat selama enam bulan

Beberapa tanda dan gejala jika shunt menginfeksi:

  • Merasa tidak enak badan
  • Suhu tubuh yang meningkat tinggi
  • Kaku leher
  • Sakit mta
  • Kebocoran CSF (Cairan otak) dari luka
  • Luka operasi yang membengkak atau rusak

Share this post

Leave a Reply

%d bloggers like this: